8 Tahun Wanita Ini Sisihkan Gaji Demi Beli 1.000 Mainan Untuk Pasien Anak

Jakarta, Mainan berperan utama dalam ‘membunuh’ rasa bosan anak-anak saat mereka menjalani pengobatan di RS. Hal inilah yg mendorong wanita bernama Jessie Tandayi menyisihkan sebagian gajinya demi membeli mainan.

Jessie bekerja menjadi pengawas dapur di Trinity Hospital, Chicago. Berangkat dari kesehariannya yg melihat bagaimana anak-anak gampang merasa bosan saat menjalani perawatan di RS, Jessie tergerak buat memberi satu buat pasien anak.

Selama 8 tahun terakhir, Jessie mengumpulkan sebagian gajinya yg telah ia sisihkan. Di tahun 2009, Jessie membeli 100 mainan yg ia berikan ke RS. Tapi tahun ini, memanfaatkan momen Natal Jessie memberi hadiah pada anak-anak yg sedang sakit di RS dengan jumlah lebih banyak.

Jessie membeli 1.000 mainan dengan total biaya sekitar Rp 65 juta dari sebagian gaji yg dia simpan. Mainan ini ia donasikan melalui Advocate Children’s Hospital di Oak Lawn, Illinois.

Baca juga: Cuma Punya Rp 50 Ribu dan Ingin Bantu Pasien Kanker Anak? Bisa Banget!

“Ini membawa kesenangan buat aku dan juga anak-anak. Untuk itulah aku melakukan hal yg berbeda dan bermanfaat bagi mereka,” kata Jessie kepada afiliasi CNN, WGNTV.

Apa yg dikerjakan Jessie mendapat sambutan baik terutama dari orang tua pasien. Salah sesuatu ibu pasien yg tak disebutkan namanya mengaku kagum dengan apa yg dikerjakan Jessie. Menurutnya, amat luar biasa saat seseorang memberi waktu dan usahanya bagi memasyikan anak-anak di RS juga mampu merayakan Natal dengan bahagia.

“Saya sangat mengapresiasi apa yg Jessie lakukan. Anak aku tak pernah meninggalkan kamarnya. Bagi dua, ada banyak mainan yg mampu dimainkan membuatnya tetap bahagia saat dia menghabiskan waktu menjalani perawatan di RS,” tuturnya.

Disampaikan psikolog anak dari Klinik Tiga Generasi, Anastasia Satriyo MPsi, Psikolog, pada anak-anak, rasa bosan memang lebih gampang mereka alami. Terlebih, saat mereka berada di situasi yg tak biasa. Misalnya saja saat mereka ikut orang tua menghadiri acara yg menurutnya membosankan, termasuk saat harus menghabiskan waktu di RS.

“Apalagi anak belum mampu mengontrol rasa bosannya. Kadang ada yg rewel, marah-marah. Untuk itu, perlu juga orang tua membuat antisipasi misalnya membawakan anak mainan biar dia nggak bosan,” kata wanita yg akrab disapa Anas ini.

Baca juga: Membedakan Rewel Biasa Pada Anak dan Rewel Tidak Normal

(rdn/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Berikan Komentarmu Disini!!