Anggota Parlemen Filipina Gugat Pengkritik Duterte

Manila (ANTARA News) – Sekutu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Kongres pada Selasa mengajukan gugatan pidana terhadap seorang senator yg vokal mengkritik pembunuhan di luar hukum akibat kebijakan presiden memerangi penyalahgunaan narkoba.

Gugatan hukum terhadap Senator Leila de Lima, menteri kehakiman dalam pemerintahan sebelumnya, adalah tindakan terkini pemerintah terhadap de Lima sejak perempuan itu memimpin penyelidikan mengenai pembunuhan tersebut.

Ia mengecam serangan pemerintah itu, menyebutnya sebagai “kegilaan” dan “pelecehan”, dan ia meminta Duterte menghentikan tuduhan dan penghinaan.

Senator-senator yg setia pada Duterte melengserkan de Lima dari jabatan pemimpin investigasi pada September.

Anggota Kongres kemudian menuduh de Lima bersikap tak hormat terkait kritiknya mengenai perlakuan terhadap dia dan nasib penyelidikan. Kritik itu berujung pada gugatan hukum.

“Senator de Lima memperlihatkan sikap tak hormat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat,” kata anggota Kongres, Reynaldo Umali, kepala panel peradilan di majelis rendah, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

“Kita tak mampu membiarkan insiden ini, bagaimana kalian mendapat rasa hormat dari rakyat saat seorang senator menghina lembaga kalian dengan menyebut penyelidikan dan peradilan sebagai kepura-puraan.”

De Lima tengah melakukan perjalanan dinas ke Amerika Serikat dan Eropa sehingga belum mampu dimintai keterangan.

Perang Duterte melawan penyalahgunaan narkoba, yg menjadi kunci dalam kampanye ketika pemilihan umum Mei, sudah menewaskan sekitar 5.000 orang sejak 1 Juli.

Banyaknya korban jiwa dan kemisteriusan dua pembunuhan mengkhawatirkan kelompok-kelompok hak asasi manusia, Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Umali menyampaikan de Lima mampu dipenjara lebih dari enam bulan seandainya dinyatakan bersalah.

Kelompok kecil oposisi di Kongres menyampaikan gugatan terhadap de Lima mulai berdampak mengerikan pada pengkritik perang Duterte melawan narkoba. (Uu. KR-GNT)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com

Berikan Komentarmu Disini!!