BI Tak Mau Sebut Akun Facebook Yang Dilaporkan Ke Polisi Soal Fitnah Uang Baru

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) merahasiakan akun Facebook yg dilaporkan ke Piket Siaga Bareskrim Polri, Rabu (28/12/2016) sore.

Akun Facebook tersebut dilaporkan BI bersama-sama dengan Perum Peruri karena menyebutkan bahwa pencetakan uang tahun emisi 2016 yg baru diluncurkan, dikerjakan oleh PT Pura Barutama.

“Kami merasa tak layak menyampaikannya. Tapi nama akun telah kalian sampaikan ke polisi,” ujar Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Arbonas Hutabarat, seusai melapor di Piket Siaga Bareskrim, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, (KKP), Jakarta Pusat, Rabu sore.

Arbonas tak menjelaskan lebih lanjut mengapa ia tak mau menyebut akun Facebook yg menjadi terlapor.

Ia menyerahkan proses selanjutnya kepada Polisi.

Dalam laporannya, BI dan Perum Peruri menyertakan alat bukti berupa salinan unggahan akun Facebook tersebut.

“Kami telah mengatakan barang bukti dalam bentuk apa yg kita monitor di media sosial. Itu sekarang telah ada di Bareskrim,” ujar Arbonas.

Ia berharap, dengan pelaporan ini mulai mencegah penyebaran keterangan yg tak benar terkait percetakan uang emisi tahun 2016.

“Kami juga mengharapkan masyarakat lebih bijak dan berhati -hati dalam menerima keterangan di media sosial, dalam hal ini, terkait keterangan percetakan uang baru,” ujar dia.

Diberitakan, BI bersama-sama dengan Perum Peruri melaporkan sesuatu akun Facebook yg diduga menyebarkan fitnah terkait uang emisi tahun 2016.

Akun itu menyebut bahwa percetakan uang baru dilaksanakan bukan oleh Peruri, melainkan oleh PT Pura Barutama.

“Dengan menyatakan bahwa BI mencetak di PT tersebut, seolah-olah menyatakan BI tak melaksanakan mandat Undang -Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang,” ujar Arbonas.

Akun Facebook itu dilaporkan atas pasal pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 318 KUHAP.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!