Diterapi Sejak Dini, Komplikasi Akibat Hemofilia Dapat Ditekan

 

 

Dexter Harto – Penyandang hemofilia memiliki kelainan di mana tubuhnya kekurangan protein yg dibutuhkan bagi membekukan darah. Kondisi ini diturunkan dari orang tua dan biasanya dapat akan kelihatan sejak bayi.

Ketika bayi akan belajar berjalan atau merangkak, luka lecet yg gampang timbul pada lutut atau bagian kulit lainnya dapat jadi tanda hemofilia. Bila dibiarkan keadaan mampu semakin parah karena pendarahan yg tak terkontrol mampu berujung pada komplikasi kecacatan.

Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Profesor dr Djajadiman Gatot, SpA(K), menyampaikan selama ini pengobatan bagi hemofilia masih sebatas on demand. Artinya obat buat pembekuan darah diberikan di rumah sakit setiap anak alami gejala pendarahan saja.

Namun bila orang tua sanggup, dr Gatot menyampaikan sebetulnya ada obat yg dapat digunakan sebagai langkah pencegahan. Disebut prophylaxis, studi sudah melihat bahwa pemberian obat setiap pekan yg sesuai dosis bisa mencegah terjadinya kejadian pendarahan hingga 80 persen.

“Jadi walaupun nggak sakit prophylaxis dapat kami berikan agar jangan sampai sakit berat. Dosisnya rendah seminggu tiga kali, anak dapat lari-lari atau main bola normal tetapi tetap jangan berat-berat,” ungkap dr Gatot dalam forum diskusi hemofilia di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

“Dia mampu hidup normal kok, karena ini (otak -red)nya bagus. Di luar negeri telah ada yg jadi dokter, pengacara, semua macam,” lanjut dr Gatot.

Hanya saja yg disayangkan adalah pengadaan prophylaxis masih menelan biaya sangat besar. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak menanggungnya sehingga orang tua perlu membeli sendiri. Sebagai perbandingan dr Gatot menyampaikan obat faktor pembekuan yg biasa saja telah menghabiskan sekitar Rp 2,5 juta per botol.

“Biayanya mahal. Tapi kalau kalian lihat dampak jangka panjangnya kualitas hidup anak dapat jadi bagus,” ungkap dr Gatot.

(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Berikan Komentarmu Disini!!