‘Gigit Jari’ Kubu Ahok Usai Eksepsi Ditolak

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menetapkan bagi menolak segala eksepsi atau nota keberatan yg diajukan terdakwa masalah penistaan agama, Basuki T Purnama alias Ahok. Sidang sebelumnya, Ahok sempat menangis ketika membacakan keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Momen itu saat dia menceritakan tentang keluarga angkatnya yg muslim. Ahok berbicara sambil terbata-bata.

Dapatkan diskon Rp 300,000 bagi tiket libur Natal & Tahun baru-muDalam putusannya, hakim menetapkan bagi menolak seluruhnya dari keberatan yg diajukan oleh terdakwa maupun tim penasihat hukum.

“Menyatakan keberatan terdakwa Insinyur Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukum tak mampu diterima,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarso, Selasa (27/12).

Hakim juga mengatakan, pengusutan masalah penistaan agama yg dikerjakan terhadap Ahok sah secara hukum. Hakim menilai, keberatan yg dikerjakan Ahok tak memenuhi unsur pokok perkara.

Sebelumnya dalam keberatannya, Ahok mengungkapkan kebijakannya yg tidak pernah mendiskriminasi pegawainya yg memeluk agama Islam. Bahkan, Ahok mengungkap kebijakannya membangun masjid megah di Balai Kota, menaikkan haji marbot dan penjaga makam, hingga membuat aturan PNS pulang Pukul 14.00 WIB ketika bulan puasa, agar mampu buka bersama keluarga dan salat tarawih.

Kubu Ahok ‘gigit jari’ usai majelis hakim PN Jakarta Utara menetapkan menolak eksepsi Ahok. Kubu Ahok sangat kecewa lantaran seluruh nota keberatan yg diajukan pihaknya ditolak buat seluruhnya.

“Terus terang kita selaku penasihat hukum merasa kecewa karena Pak Ahok belum mendapatkan keadilan sampai ketika ini. Walaupun tadi ada putusannya sebagai pembuka sudah menyatakan demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa tetapi dengan demikian kan perkara hukum selalu berjalan atas putusan sela tersebut,” ungkap salah sesuatu pengacara terdakwa Ahok, Humprey Djemat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12).

Humprey menilai dalam putusan sela tersebut ada dua hal yg memang harus dikerjakan pemeriksaan lebih lanjut. Seperti tentang niat terdakwa Ahok yg tak bermaksud buat menistakan kitab suci Alquran. Padahal hal itu sudah dijelaskan dalam eksepsi yg dibacakan Ahok.

Apalagi sejak awal, kubu Ahok sangat percaya eksepsi terhadap masalah dugaan penistaan agama ini mampu diterima. Saat ini pihaknya mulai mempersiapkan diri bagi lanjutan sidang selanjutnya.

“Jadi kita menghormati putusan pengadilan. Beda pendapat itu kan hal yg biasa. Jadi kalian menempuh upaya hukum pada waktunya. Kami tetap menghormati putusan pengadilan, jadi kalian tunggu saja pekan depan akan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Ketua Tim Penasihat Hukum (Ahok), Trimoelja Soerjadi yg juga mengaku kecewa.

Menurutnya, pihaknya mulai menghadirkan saksi-saksi yg mulai meringankan atau dapat membantah dakwaan yg diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang berikutnya. Ada belasan saksi yg mulai disiapkan tim penasihat hukum.

Ahok tak banyak komentar soal majelis hakim PN Jakarta Utara yg menetapkan menolak keberatannya dalam masalah penistaan agama. Keberatan ditolak, Ahok pun mempertimbangkan hal tersebut.

“Yang mulia hakim, kalian mulai pertimbangkan,” kata Ahok, Selasa (27/12).

Sementara pihak penuntut umum mengaku mengapresiasi bahwa keputusan hakim menolak keberatan yg dikerjakan Ahok. Sehingga pengusutan masalah ini dilanjutkan.

“Kami apresiasi atas putusan yg dibacakan, sebelum agenda persidangan sebagai mana mulai dilanjutkan pemeriksaan saksi,” jelas Jaksa Penuntut Umum Ali.

Setelah membaca putusan sela ini, Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto menetapkan agenda sidang keempat dikerjakan pada 3 Januari 2017 dengan agenda mendengarkan saksi-saksi. Sidang selanjutnya pun dilanjutkan di gedung Kementerian Pertanian.

Baca juga:
Ahok: Menang sesuatu putaran, kalian permalukan orang-orang sudutkan saya
Sidang masalah Ahok, tujuh saksi meringankan disiapkan
Pengacara Ahok kecewa hakim tidak pertimbangkan putusan MK
Massa banjiri Jalan Gajah Mada ketika kawal ketat Sidang Ahok

Sumber: http://www.merdeka.com

Berikan Komentarmu Disini!!