Hakim Yang Tangani Perkara Saipul Jamil Tak Terbukti Terlibat Suap

JAKARTA, KOMPAS.com – Hakim Ifa Sudewi yg memimpin persidangan masalah pencabulan dengan terdakwa Saipul Jamil di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tak terbukti terlibat dalam kasus suap.

Hal tersebut dijelaskan dalam putusan hakim untuk terdakwa panitera PN Jakarta Utara, Rohadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/12/2016).

“Bahwa Majelis Hakim tak sependapat dengan pasal dakwaan jaksa penuntut umum, sehingga unsur hakim tak terbukti,” ujar Hakim anggota Anshori Saifuddin, ketika membacakan pertimbangan putusan.

Sebelumnya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwakan Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut memiliki unsur-unsur yg dua di antaranya adalah kepada hakim, menerima hadiah atau janji, dan hadiah atau janji yg mampu memengaruhi putusan pengadilan.

(Baca: Jaksa: Hakim Ifa Sudewi Dua Kali Bertemu Pengacara Saipul Jamil)

Dalam surat dakwaan, Rohadi didakwa bersama-sama dengan hakim Ifa Sudewi.

Dalam persidangan, diketahui bahwa pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia, percaya bahwa Rohadi bisa memengaruhi hakim sehingga memberikan putusan yg paling ringan terhadap Saipul.

Terlebih lagi, suami Bertha, Karel Tuppu, yaitu hakim yg pernah bertugas di PN Jakarta Utara.

Bertha memiliki keyakinan bahwa uang yg diserahkan kepada Rohadi sebesar Rp 250 juta, bisa membuat Rohadi memengaruhi putusan hakim.

Dalam persidangan terungkap bahwa Bertha pernah beberapa kali menemui Ifa di ruang kerja hakim.

Dalam meeting itu, Ifa menyampaikan mulai menolong masalah Bertha di akhir persidangan atau pada ketika putusan.

Namun, diperoleh fakta bahwa ketika meeting itu, Bertha tanpa ditemani Rohadi.

Meski Ifa menyatakan mulai membantu, Ifa dan Bertha tak pernah membicarakan soal pemberian uang atau biaya pengurusan kasus.

Selain itu, Rohadi juga membantah adanya kesepakatan dengan Ifa Sudewi.

“Majelis berkesimpulan, tak ada kesepakatan bersama antara Ifa dengan Rohadi dalam menerima uang dari Bertha buat memengaruhi kasus Saipul. Jadi, Pasal 55 tak terpenuhi,” kata Hakim.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!