Ini Akibatnya Jika Makan Siang Sering ‘Molor’ Akibat Keasyikan Kerja

Jakarta, Bagi sebagian orang, keasyikan kerja tidak jarang membuat mereka lupa waktu, sehingga tidak jarang mereka sampai melewatkan jam makan siang. Makan siang pun menjadi ‘molor’.

Padahal sebuah studi dari Columbia University memastikan, makan siang ‘molor’ seperti ini tak sehat, apalagi seandainya Anda memang sedang menjalani program diet.

Hal ini dipastikan peneliti setelah mengamati lebih dari 1.200 partisipan yang berasal Spanyol yg kelebihan berat badan dan sedang menjalani program diet.

Dari hasil pengamatan terhadap kebiasaan makan mereka, ternyata ada sebagian partisipan yg kehilangan bobot lebih sedikit daripada mereka yg makan siangnya tak molor. Yang dimaksud ‘molor’ di sini adalah makan siang di atas 3 jam sore.

Namun peneliti memastikan keadaan ini cuma ditemukan pada mereka yg memiliki variasi genetik dari protein perilipin dalam tubuhnya. Protein ini berperan utama buat membakar lemak di sekujur tubuh.

Peneliti menyadari bahwa studi ini cuma memfokuskan pengamatan pada mereka yg memiliki variasi genetik tersebut. Walaupun begitu, studi ini diklaim sama dengan hasil studi yg dipublikasikan International Journal of Obesity di tahun 2013 yg mengatakan, mereka yg suka menunda makan siangnya seringkali gagal diet atau dietnya menjadi kurang efektif, tidak peduli apakah yg bersangkutan memiliki variasi genetik yg dimaksud atau tidak.

Baca juga: Keseringan Pilih Menu Junk Food bagi Makan Siang, Ini Efek Buruknya http://health.detik.com/read/2016/12/05/130003/3362828/1410/keseringan-pilih-menu-junk-food-untuk-makan-siang-ini-efek-buruknya

Marie-Pierre St-Onge, PhD dari Columbia University menjelaskan, hal ini terjadi karena metabolisme tiap orang berbeda-beda. Selain itu, sama halnya dengan jam tidur, jam makan juga dipengaruhi oleh ritme sirkadian, yg kemudian berdampak pada kesuksesan program diet.

“Lagipula ritme ini juga mengendalikan kapan insulin mulai dilepaskan dalam tubuh. Kalau Anda makan tak tepat waktu dan kebetulan itu adalah ketika di mana tubuh tak begitu peka terhadap insulin, maka lemak dalam tubuh juga mulai sulit dimobilisasi,” terangnya seperti dilaporkan Men’s Health.

Namun peneliti tak menemukan keterkaitan yg sama antara jam makan pagi atau makan malam terhadap program diet partisipan. Ada kemungkinan ini karena penelitian dilangsungkan di Spanyol, di mana masyarakatnya banyak mengonsumsi kalori di jam makan siang saja.

Faktanya, mereka yg membiasakan makan siang sebagai waktu makan penting justru dapat turun bobot lebih banyak. Indeks massa tubuh bagian bawah mereka juga dilaporkan lebih rendah daripada yg menjadikan sarapan atau makan malam sebagai jam makan utama.

Sebaliknya, dari hasil riset di AS, di mana orang-orangnya terbiasa melewatkan sarapan, lebih banyak yg mengalami kenaikan berat badan.

Peneliti mengakui seandainya temuan mereka masih perlu dikaji lebih mendalam. Tetapi seandainya ada orang-orang yg tetap kesulitan menurunkan berat badannya meskipun telah makan makanan sehat, maka peneliti tetap menyarankan agar menjadikan makan siang sebagai waktu makan utama, dan baiknya dikerjakan sebelum jam 3 sore buat mencegah penumpukan lemak.

Baca juga: Terbiasa Makan Siang di Meja Kerja? Waspada Badan Jadi Gemuk(lll/vit)
Sumber: http://health.detik.com

One thought on “Ini Akibatnya Jika Makan Siang Sering ‘Molor’ Akibat Keasyikan Kerja

  1. Pantesan, aku keseringan telat makan 🙁

Berikan Komentarmu Disini!!