Jaksa Pertimbangkan Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas La Nyalla

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa perkara dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur periode 2011-2014, La Nyalla Mattalitti, dinyatakan bebas oleh hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung mengatakan, pihaknya mempertimbangkan buat mengajukan kasasi.

“Kita pikir-pikir buat kasasi,” ujar Maruli kepada Kompas.com, Selasa (27/12/2016). Namun, Maruli enggan berkomentar banyak karena belum membaca secara lengkap putusan majelis hakim.

Maruli meyakini dakwaan dan tuntutan yg dijatuhkan jaksa penuntut umum membuktikan bahwa adanya tindak pidana yg dikerjakan La Nyalla.

Kejaksaan memiliki waktu 14 hari bagi menentukan sikap apakah mulai mengajukan kasasi atau menerima putusan.

Ambaranie Nadia K.M Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung (safari biru) di kompleks Kejaksaan Agunh, Jakarta, Senin (25/7/2016).

“Nanti hari ke-13 atau hari sebelumnya kami ajukan. Kita kan dikasih waktu buat siapkan kasasi,” kata Maruli.

Ketua Majelis Hakim Sumpeno membacakan vonis yg menyatakan La Nyalla Mattalitti bebas dari jeratan hukum.

“Menyatakan La Nyalla Mattalitti tak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer maupun subsider,” ujar Sumpeno dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa.

Hakim juga memerintahkan agar terdakwa La Nyalla Mattalitti langsung dikeluarkan dari tahanan.

Karena La Nyalla divonis bebas, hakim memerintahkan agar hak terdakwa dipulihkan dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabat.

(Baca: La Nyalla Divonis Bebas)

Sebelumnya, La Nyalla didakwa menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 hingga 2014.

Jaksa menilai La Nyalla sudah terbukti melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang yang lain atau suatu korporasi yg mampu merugikan keuangan negara.

Atas tindakannya itu, La Nyalla dituntut enam tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

La Nyalla juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, jaksa juga menuntut La Nyalla membayar uang pengganti Rp 1,1 miliar atau pidana penjara 3 tahun dan 6 bulan.

Kompas TV Pengacara: Sirkulasi Dana ‘Gak Selalu Tindak Pidana

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!