Jangan Asal Setel Sandaran Kepala

Jakarta, KompasOtomotif – Sandaran kepala (headrest) pada mobil bukan cuma sekedar aksesori buat membuat leher tak pegal saat berkendara. Lebih dari itu, ini juga termasuk komponen keselamatan, saat mobil mengalami benturan karena dapat mengurangi risiko cedera parah pada leher.

Iwan Abdurahman, Repair Service Manager Workshop Department Technical Service Division PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, headrest berfungsi saat mobil di tabrak dari belakang. Seketika itu juga kepala mulai bereaksi ke arah belakang juga, dan headrest mencegah leher patah.

“Sandaran kepala harus pas dengan kepala bagian belakang, dengan jarak yg tak terlalu jauh. Artinya, posisi kepala jangan terlalu maju, atau dapat dikatakan kepala tegak,” ujar Iwan kepada KompasOtomotif, Senin (26/12/2016).

Iwan melanjutkan, kalau penyetelan sandaran kepala juga jangan terlalu tinggi dan rendah, atau bahkan dilepas. Tentu efek negatifnya mulai membuat leher mulai berpotensi besar mengalami cedera serius.

Mengutip Consumerreports.org, posisi paling atas headrest sebaiknya sejajar dengan ujung kepala, seandainya komponen tersebut mampu mencapainya. Jika tidak, setidaknya ujung headrest sejajar dengan bagian tertinggi telinga. Jarak antara kepala dan sandaran sebisa mungkin tak lebih dari 4 inci.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!