Kisah Wahyudi Tetap Tegar Menghadapi Kusta Dan Pandangan Negatif

Subang, Wahyudi (38) adalah salah sesuatu orang yg mengalami kusta (OYPMK) dari daerah Subang, Jawa Barat. Penyakit menular akibat bakteri tersebut sudah meninggalkan bekas luka nyata pada tubuhnya namun demikian ia tetap tegar jalani hidup.

Semua bermula saat Wahyudi dengan sendiri memeriksakan diri ke puskesmas setempat karena merasa tidak enak badan. Setelah diperiksa ternyata masalahnya cukup serius dan ia pun dirujuk ke rumah sakit daerah Tangerang, di mana ia akhirnya didiagnosis terkena kusta.

“Udah tahu penyakitnya dari situ lari ke Puskesmas Sukarahayu. Kebetulan ada petugas bagi kustanya. Langsung dirawat,” ungkap Wahyudi kepada detikHealth saat ditemui di Kantor Bupati Subang, Jawa Barat, Jumat (16/12/2016).

Sayangnya ketika perawatan Wahyudi mengaku tidak taat mengikuti saran petugas kesehatan yg menanganinya. Padahal bakteri Mycobacterium leprae penyebab kusta cuma bisa dibasmi dengan antibiotik dengan syarat obat dikonsumsi secara rutin.

Kisah Wahyudi Tetap Tegar Menghadapi Kusta dan Pandangan NegatifWahyudi (tengah) Foto: Firdaus Anwar

Karena merasa telah membaik, Wahyudi segera berhenti mengonsumsi obat dan kemudian bekerja menjadi debt collector. Sampai akhirnya pada tahun 2005 keadaan Wahyudi kembali memburuk memaksanya buat berhenti bekerja.

Baca juga: Tak Takut Stigma Tertular, Hafiza Berdayakan Mantan Pasien Kusta Jahit Jilbab

Selama ia berhenti mengonsumsi obat, bakteri kusta yg masih tersisa ternyata pelan-pelan menggerogoti tubuhnya. Kulit Wahyudi menghitam dan rusak. Sementara orang sekitar akan menjauhinya.

Hinaan dua kali pernah diterima namun Wahyudi tidak pernah terlalu memikirkannya. Wahyudi milik prinsip buat tidak mempedulikan omongan orang bila hal tersebut negatif dan baru mulai mempertimbangkannya bila itu satu yg positif.

“Kalau lagi sedih ya keluar aja ngopi ke warung. Gak terlalu dipikirin (omongan orang -red),” ungkap Wahyudi.

“Saya dibilang sama petugas ya udah berobat saja sampai tuntas. Sekarang akan lagi dari awal,” lanjutnya.

Kini di tahun 2016 dengan keadaan fisik yg telah telanjur cacat Wahyudi coba bertahan hidup dengan mencari uang dengan menarik ojek atau beternak itik.

Baca juga: Asal Teratur Berobat, Kecacatan Akibat Kusta Bisa Dicegah

Waktu Wahyudi juga disisihkan bagi beraktivitas sebagai ketua di Kelompok Perawatan Diri (KPD) binaan puskesmas di mana sebagian anggotanya adalah OYPMK. Ia bersama anggota kelompok setiap beberapa pekan sekali rutin melakukan kegiatan-kegiatan yg mampu menolong upaya pengentasan kusta.(fds/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Berikan Komentarmu Disini!!