Klarifikasi Info “Serbuan” Tenaga Kerja China, Komisi I Akan Panggil Menkominfo, Menlu, Dan BIN

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menjadwalkan pemanggilan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Badan Intelijen Negara bagi mengklarifikasi keterangan “serbuan” tenaga kerja asing yang berasal China ke Indonesia.

Hal itu mulai dikerjakan seusai masa reses. Masa persidangan mulai dibuka pada 10 Januari 2017 mendatang.

“Jadi kalian enggak responsif dulu, tetapi konfirmasi dulu. Itu telah diagendakan dan kita telah sepakat di grup WA (Whatsapp),” kata Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Bobby Rizaldi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Bobby menjelaskan, pemanggilan Menkominfo perlu dikerjakan bagi mengklarifikasi ramainya pemberitaan soal serbuan tenaga kerja asing yang berasal China di media massa.

Namun, pemberitaan muncul bukan dari media mainstream. Begitu pula dengan informasi-informasi yg beredar di media sosial.

“Tervalidasi benar atau tidak. Kalau tidak, harusnya kan segera diblokir,” kata politisi Partai Golkar itu.

Komisi I juga mulai mengkonfirmasi kepada Menlu buat menanyakan soal akses visa oleh para tenaga kerja asing yang berasal China tersebut.

Sementara, BIN mulai dikonfirmasi terkait ketahanan nasional.

“Kami asas praduga tidak bersalah dahulu lah. Jangan-jangan nanti kita telah bilang ‘tolak’ ternyata surat izinnya benar-benar ada. Itu yg kita klarifikasi,” kata dia.

Diberitakan antaranews.com, secara umum, pemerintah mengawasi ketat tenaga kerja asing yg masuk ke Indonesia guna mengantisipasi adanya tenaga kerja asing ilegal atau tak resmi.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyebutkan, ketika ini jumlah tenaga kerja asing legal di Indonesia mencapai 74.000 orang.

Jumlah tersebut yg terdaftar secara resmi di Kemenaker hingga bulan November 2016.

“Kemenaker mulai mengawasi keberadaan para pekerja asing tersebut. Jika ada yg melanggar ataupun ilegal, maka mulai ditindak tegas sesuai aturan,” kata Hanif.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!