KPU DKI Ingatkan Lagi Larangan Pasang Iklan Di Media Massa

Jakarta (ANTARA News) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI mengingatkan kembali larangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur memasang iklan di media massa.

“Iklan di media massa, cetak dan elektronik, yg menampilkan pasangan calon itu cuma difasilitasi KPU. Calon tak boleh beriklan,” ujar Ketua KPU Provinsi DKI Sumarno di Jakarta, Jumat.

Sanksi kepada calon yg melanggar ketentuan ini adalah berat, yakni pencalonannya dibatalkan, sambung Sumarno.

Terkait iklan PPP Kubu Djan Faridz di salah sesuatu stasiun televisi yg memperlihatkan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, KPU sudah menegur langsung.

“Iklan PPP kubu Pak Djan kita tegur dan segera dihentikan, Tim Ahok-Djarot juga tak menerima iklan itu,” kata Sumarno.

Iklan pasangan calon mulai difasilitasi dan dibiayai KPU Provinsi DKI serta ditayangkan akan 29 Januari sampai 11 Februari 2017.

Untuk konten iklan, sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pasangan calon. “Sekarang sedang memproduksi, desain mereka menyiapkan semua,” tutur dia.

Berdasarkan Keputusan KPU tahun 2016, penayangan iklan kampanye difasilitasi oleh KPU Provinsi, KIP Aceh, dan KPU/KIP kabupaten/kota.

Keputusan KPU ini berbunyi “Media massa cetak, media massa elektronik dan lembaga penyiaran dilarang menayangkan iklan kampanye komersial selain yg difasilitasi oleh KPU Provinsi/KIP Aceh dan/atau KPU/KIP Kabupaten/Kota”.

(T.D020/B/N004/N004) 16-12-2016 20:39:30

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com

Berikan Komentarmu Disini!!