La Nyalla Divonis Bebas, Ini Kata Wakil Ketua KPK

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan, Kejaksaan mampu menempuh upaya hukum terhadap putusan hakim terhadap mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti.

La Nyalla divonis bebas dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Jaksa masih mampu melakukan upaya hukum lain,” kata Laode ketika dihubungi, Selasa (27/12/2016).

Laode menyebutkan, upaya hukum kasasi bisa ditempuh Jaksa mengingat putusan bebas yg dijatuhkan hakim.

(Baca: Begini Ekspresi La Nyalla Saat Mendengar Vonis Bebas)

Menurut Laode, upaya hukum kerap diajukan penuntut bila putusan hakim kurang dari 2/3 tuntutan.

“Kalau misalnya dibawah 2/3 hukuman dari tuntutan biasanya ada upaya hukum lain. Apalagi ini tak terbukti kan,” ujar Laode.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Sumpeno membacakan putusan bebas kepada La Nyala pada Selasa (27/12/2016).

“Pertama, menyatakan La Nyalla Mattalitti tak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer maupun subsider,” ujar Sumpeno.

“Kedua, membebaskan La Nyalla Mahmud Mattalitti dari dakwaan tersebut di atas,” kata dia.

Ketiga, lanjut Sumpeno, hakim juga memerintahkan agar terdakwa La Nyalla Mattalitti langsung dikeluarkan dari tahanan.

Keempat, memulihkan hak terdakwa La Nyalla Mattalitti dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabat.

Jaksa mendakwa La Nyalla menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 hingga 2014.

Atas tindakannya itu, La Nyalla dituntut enam tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

(Baca: La Nyalla Divonis Bebas)

La Nyalla juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, jaksa juga menuntut La Nyalla membayar uang pengganti Rp 1,1 miliar.

Jika tak dibayar setelah putusan berkekuatan hukum tetap, hartanya mulai dilelang. Namun, seandainya hartanya tak mencukupi, diganti pidana penjara tiga tahun dan enam bulan.

Jaksa menilai La Nyalla sudah terbukti melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang yang lain atau suatu korporasi yg mampu merugikan keuangan negara.

Kompas TV La Nyalla Terlibat TPPU Hibah Kadin Jatim

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!