Liburan, Ajak Anak Trekking Ke Laboratorium Alam Di Halimun

BOGOR, KOMPAS.com – Liburan sekolah dan tahun baru kali ini mulai sangat berkesan seandainya menyempatkan mengajak anak-anak ke luar ruangan dengan berpetualangan di alam bebas, merupakan ke Citalahab dan Stasiun Penelitian Cikaniki di kawasan Gunung Kendeng dan Halimun Selatan, yg masuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kawasan ini yaitu laboratorium alam buat penelitian dan pemantauan satwa endemik yg terancam punah di antaranya macan tutul jawa (Panthera pardus melas), owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata). Di rute trekking malahan kami mampu segera melihat dengan gampang pergerakan owa jawa di tajuk-tajuk pohon.

Selain itu, daerah ini juga menjadi habitat elang jawa (Spizaetus bartelsi), sehingga menjadi tempat yg menarik buat kegiatan pengamatan burung. Di batas hutan dekat area perkebunan teh, kalian dapat mengamati burung langka tersebut memakai teleskop.

Hutan TNGHS sangat heterogen. Sebanyak 70 persen dari luas kawasan berupa hutan hujan tropis, dan sisanya bekas hutan produksi dan lahan masyarakat. Di Cikaniki kalian banyak menjumpai pohon-pohon berdiameter besar dan tinggi, aneka tumbuhan buat obat dan bunga-bungaan.

Yang paling unik adalah jamur bercahaya di sekitar stasiun penelitian. Sayangnya, fenomena ini cuma dpat dijumpai pada waktu-waktu tertentu di musim hujan.

ASEP Bening (7) dan Angin (1) dituntun ayahnya ketika meniti jembatan bambu menyeberangi sungai ketika trekking melintasi hutan tropis kawasan Gunung Kendeng dan Gunung Halimun Selatan dari Kampung Citalahab menuju Stasiun Penelitian Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor, Sabtu (24/12/2016).

Foto lainnya klik di sini.

Ada dua pilihan rute trekking di hutan yg ramah buat keluarga terutama anak-anak. Pilihan akan dari tingkat kesulitan, rapatan hutan dan lamanya perjalanan. Mulai dari waktu tempuh sejauh 2 kilometer, 5 kilometer, 7 kilometer, hingga harus menginap di tengah hutan.

koMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Bening, 7 tahun, memetik tanaman yg mampu dimakan bagi survival, ketika trekking melintasi hutan tropis kawasan Gunung Kendeng dan Gunung Halimun Selatan dari Kampung Citalahab menuju Stasiun Penelitian Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor, Sabtu (24/12/2016).

Foto lainnya klik di sini.

Tips khusus buat trekking, sesuaikan kemampuan fisik anda dengan waktu tempuh. Warga setempat bersiap menjadi interpreter alam, pemandu dan menuntun anak-anak selama perjalanan. Asyik bukan?

Akses

Akses menuju tempat ini mampu melalui beberapa pilihan, merupakan dari Bogor dan dari Sukabumi. Kalau dari Bogor melewati Kampus IPB Dramaga – Ciampea – leuwiliang – Nanggung – Malasari – Citalahab.

Jalur dari kabupaten Bogor ini mampu dilalui memakai transportasi mobil dengan waktu tempuh dari Kota Bogor selama 4 jam. Tidak direkomendasi memakai “city car”, karena ketika masuk Desa Malasari, akan dari pintu gerbang taman nasional menuju area Kebun Teh Nirmala, jalan yg dilalui berbatu dengan kontur berbukit.

Sedangkan dari Sukabumi melalui rute Ciawi – Parung Kuda – Kabandungan – Cikaniki – Citalahab. Jalur dari Kabupaten Sukabumi ini juga bisa dilalui memakai mobil, namun disarankan memakai mobil berpenggerak empat roda. Dari kantor Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Kabandungan menuju Cikaniki dan Citalahab berupa jalan berbatu dan sempit. Kita mampu menyewa mobil khusus yg disiapkan taman nasional.

Pilihan yang lain adalah, memakai kereta api jurusan Kota Bogor – Sukabumi. Turun di Stasiun Parung Kuda, dahulu melanjutkan naik angkutan umum menuju Kantor Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Kabandungan.

Menginap

Jangan khawatir buat menginap di kawasan ini. Stasiun Penelitian Cikaniki menyediakan wisma berkapasitas 20 orang yg terdiri dari 1 kamar VIP, 4 kamar standar yg masing-masing kamar mampu diisi 4 orang.

KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Warga memancing di sungai dekat homestay yg disewakan kepada para pengunjung Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Bogor, Sabtu (24/12/2016). Kampung berada di area kebun teh dan berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Jelajahi Halimun dan ikut trekking melalui foto lainnya di sini.

Selain itu, warga di Kampung Citalahab yg tinggal di area kebun teh dan berbatasan dengan hutan taman nasional, juga menyediakan homestay dengan arsitektur tradisional Sunda berupa rumah panggung kayu. Harga menginap di homestay dari Rp 75.000 – 100.000 per kamar.

Jika ingin yg lebih seru, dapat memilih bermalam di tenda, di camping ground yg telah disediakan tidak jauh dari Kampung Citalahab, tepatnya di batas hutan.

KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Homestay berarsitektur panggung kayu yg disewakan kepada para pengunjung Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Bogor, Sabtu (24/12/2016). Kampung berada di area kebun teh dan berbatasan dengan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Jelajahi Halimun dan ikut trekking melalui foto lainnya di sini.

Sumber: http://travel.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!