Memuji Tindakan Anggota Kostrad Yang Dikeroyok Pemuda Mabuk

Anggota Satuan Batalyon Infanteri 433/Kostrad Samboeja Bantimurung Kabupaten Maros, Prajurit Kepala (Praka) Irham Jaya (30) dikeroyok pemuda mabuk. Total ada 18 pelaku di antaranya masih berstatus pelajar.

Dapatkan diskon Rp 300,000 buat tiket libur Natal & Tahun baru-muPeristiwa terjadi pada 25 Desember, pukul 23.00 Wita di Dusun Moris, Desa Seba-seba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu. Kala itu Irham memergoki adanya sekelompok pemuda mabuk minuman keras berteriak-teriak mengganggu ketenangan masyarakat.

“Praka Irham selanjutnya menegur agar mereka membubarkan diri dan tak berbuat onar,” ujar Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad, Letkol Inf Agus Bhakti, Senin (26/12).

Menurut Agus, keberadaan Irham di tempat tersebut adalah dalam rangka menengok istri yg baru selesai melahirkan dan telah mendapat izin Dansat. Versi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Irham sedang menghadiri pernikahan saudaranya.

Agus memuji tindakan Irham berani menegur para pemuda tersebut. Bahkan, Irham sempat mengamankan salah sesuatu dari kelompok pemuda merupakan Alpan Pausi buat dipulangkan ke rumah orang tuanya.

“Tindakan yg dikerjakan oleh Praka Irham yaitu wujud kepedulian dalam memberikan rasa aman serta senantiasa menjadi pendiri dalam usaha-usaha menolong mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya, sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,” jelasnya.

Setelah mengembalikan Alpan, sekitar 1 kilometer dari rumah tersebut Irham diadang oleh 18 orang tak dikenal. Irham dianiaya sehingga mengalami luka bengkak dan lecet pada bagian dahi, luka terbuka pada pelipis kanan, luka lecet pada bahu kanan, luka lecet lengan atas tangan kiri dan tangan kanan.

“Setelah menerima perawatan di RS Sawerigading Palopo, ketika ini Praka Irham dalam keadaan sadar mampu berkomunikasi seperti biasa,” ungkapnya.

“Kasus ini ditangani melalui proses hukum terhadap pelaku yg telah tertangkap dan upaya pencarian terhadap pelaku lainnya oleh Polres Luwu,” tuturnya.

Setelah kejadian anggota Polres Luwu bergerak cepat dan mengamankan dua orang pemuda.
Empat orang pemuda yg diamankan oleh Polres Luwu telah berstatus tersangka karena mengakui sudah melakukan tindak penganiayaan dan pengeroyokan.

Keempatnya yakni, AF (16), AWA (17), SK (17) warga Telluwanua, Kota Palopo dan Eko Patrio (19) warga Walenrang Timur, Kabupaten Luwu bersama beberapa rekannya AF dan AWA.

“Usai kejadian itu, Pak Kapolres segera yg memimpin dan segera mengecek ke TKP kemudian berkoordinasi dengan Dandim 1403 Luwu agar tak ada serangan balasan dari rekan korban,” tandas Kombes Dicky.Baca juga:
Sering terjadi keributan, bar ‘Enigma’ di Tangerang disegel polisi
Tangkap pemuda mabuk, prajurit Kostrad dikeroyok pelajar SMA
Polisi masih buru beberapa pembunuh anggota TNI di Mamuju
Cucu wakil ketua MPR EE Mangindaan dikeroyok 7 polisi

Sumber: http://www.merdeka.com

Berikan Komentarmu Disini!!