Mengatasi Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh

Jakarta, Dok aku mau tanya, telah 1 tahun lebih aku sakit kepala setiap hari bahkan kalau telah terlalu sakit sampai dilarikan ke IGD. Setiap hari kepala aku terasa sakit dan berat seperti ditekan. Sudah kadang aku periksa ke dokter keluarga dan katanya cuma kecapaian.

Saya juga telah periksa ke dokter umum biasa katanya ada indikasi sinusitis dan terakhir aku periksa ke spesialis saraf tetapi dokternya bilang tak apa-apa cuma sakit kepala biasa dan aku terus bisa obat cuma obat-obat yg aku minum cuma menghilangkan sakit kepala cuma sesaat saja Dok tak dapat menyembuhkan.

Kira-kira aku ada indikasi sakit apa Dok? Dan tindakan apa yg harus aku lakukan? Karena kebanyakan dokter bilang hanya sakit kepala biasa sedangkan ini tak dapat sembuh. Mohon Dok petunjuknya. Terimakasih.

Liza (Wanita, 26 tahun)

Jawaban

Dear Liza Taniya, kasusmu ini unik dan menarik. Mari kami bahas sesuai literatur medis.

Di dalam diagnosis sakit kepala, ada yg disebut red flag, yakni tanda-tanda kegawatdaruratan, seperti;
1. Sakit kepala dengan onset akut. Bila ada tanda ini, dan setelah pemeriksaan neuroimaging dan pungsi lumbal, maka dokter mulai mempertimbangkan diagnosis perdarahan subarahnoid, perdarahan karena ada massa atau AVM, lesi massa [terutama di fossa posterior].

2. Sakit kepala dengan pola yg memburuk. Bila dijumpai tanda ini dan setelah pemeriksaan neuroimaging, maka dokter mulai mempertimbangkan diagnosis lesi massa, hematoma subdural, penggunaan obat-obat yg berlebihan.

3. Sakit kepala dengan kanker, HIV, atau penyakit sistemik lainnya [demam, kaku leher, ruam kulit]. Bila dijumpai tanda ini dan setelah melalui pemeriksaan neuroimaging, pungsi lumbal, biopsi, tes darah, maka dokter mulai mempertimbangkan diagnosis meningitis, ensefalitis, penyakit Lyme, infeksi sistemik, penyakit vaskuler kolagen, arteritis.

4. Tanda-tanda neurologis fokal, atau gejala selain aura sensoris atau visual khas. Bila dijumpai tanda ini dan setelah menjalani pemeriksaan neuroimaging, evaluasi vaskuler kolagen, maka dokter mulai mempertimbangkan diagnosis lesi massa, AVM, penyakit vaskular kolagen.

5. Papilloedema. Bila ada tanda ini dan setelah melalui pemeriksaan neuroimaging dan pungsi lumbal, maka dokter mulai mempertimbangkan diagnosis lesi massa, pseudotumor, ensefalitis, meningitis.

6. Sakit kepala dipicu oleh batuk, bekerja keras, atau manuver Valsalva. Bila ada tanda ini dan setelah melalui pemeriksaan neuroimaging dan pertimbangan bagi pungsi lumbal, maka dokter mulai berpikir ke arah diagnosis perdarahan subarahnoid atau lesi massa.

7. Terdapat lebih dari 21 diagnosis banding sakit kepala sekunder yg menyerupai sindrom sakit kepala benigna kronis.

8. Ada kemungkinan pula mengarah ke gangguan somatisasi, gangguan factitious, malingering, atau psikosomatis. Kemungkinan ini perlu dibicarakan lebih lanjut dengan psikiater.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)
Sumber: http://health.detik.com

Berikan Komentarmu Disini!!