Pemilik Teradjana Memilih Tak Buka Lapak, Ini Alasannya…

GRESIK, KOMPAS.com – Meski terang bulan Teradjana yg dikombinasikan dengan buah durian selalu digemari warga Gresik dan sekitarnya, namun pemilik brand Rico Wahyu Nugroho (25) menyatakan, masih belum berpikir buat membuka lapak khusus.

Karena bungsu dari tiga bersaudara ini berpendapat, proses pemasaran yg dilakukannya ketika ini dianggap tepat sasaran ketimbang harus membuka lapak dan menunggu calon pembeli. Yakni, dengan cara memasarkan melalui akun sosial facebook.

“Sebab dengan beriklan di facebook, aku anggap lebih tepat sasaran. Dan memang sampai ketika ini, proses pembelian Teradjana aku lakukan dengan mengirim pesanan ke rumah maupun tempat kerja konsumen,” tutur Rico, di Gresik, Jawa Timur, Selasa (27/12/2016).

(BACA: Nama Terang Bulan yg Satu Ini Mirip Judul Lagu…)

Rico bersyukur, Teradjana hasil olahannya yg memiliki empat varian rasa akan dari durian keju, durian coklat, durian selai coklat dan kacang, serta durian original, selalu meningkat. Dari yg semula cuma beberapa pack sehari, kini telah menjadi 30 hingga 40 pack dalam sesuatu hari.

Di mana harga per pack Teradjana yg berisi sepuluh potong terang bulan, dibanderol oleh Rico akan seharga Rp 35.000 hingga Rp 50.000. Varian terang bulan yg banyak dipesan adalah Teradjana rasa durian original.

“Sementara aku pampang di akun facebook pribadi saja. Kalau tak begitu, ya aku iklankan di facebook setiap minggunya. Dan Alhamdulillah, setiap hari pesanan selalu bertambah sampai aku sempat kewalahan,” jelasnya.

“Untuk order, biasanya pembeli memesan melalui telepon dan aku antar ke rumahnya. Meski buat ongkos kirim, biasanya aku segera ngomong ke pembeli itu terpisah dari harga Teradjana yg telah tertera,” lanjut Rico.

KOMPAS.com/HAMZAH ARFAH Terang bulan durian yg diberi label Teradjana di Gresik ini yaitu hasil olahan Rico Wahyu Nugroho.

Berkat ketekunannya mengolah Teradjana, Rico pun tak menyangka, seandainya bisnis kuliner yg baru digelutinya sejak enam bulan yg dahulu tersebut, kini rata-rata telah menghasilkan omset mencapai Rp 20 juta per bulan.

“Dalam sebulan, total pesanan itu mampu sampai 900 hingga 1.000 pack. Di mana aku biasa mendapatkan total keuntungan mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 jutaan,” katanya.

Kendati demikian, Rico pun tak menutupi keinginannya buat mempunyai lapak yg representatif dalam menjual Teradjana di kemudian hari demi memudahkan konsumennya.

Sumber: http://travel.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!