Polri Akui Tak Mudah Tangkap Bahrun Naim

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memastikan Polri selalu berupaya bagi menangkap Bahrun Naim, warga negara Indonesia yg teridentifikasi sebagai simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bahrun menetap di Suriah sejak 2014.

Sejumlah terduga teroris yg belakangan ditangkap diduga yaitu sel dari Bahrun Naim.

(Baca: Kapolri Sebut Bahrun Naim Biayai dan Kendalikan Teroris Indonesia dari Suriah)

“Kita tetap melakukan kerja sama internasional. Kita tahu bahwa yg bersangkutan berada di luar wilayah yurisdiksi NKRI. Tentu kerja sama internasional sedang kami lakukan,” kata Boy di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Boy mengatakan, jaringan Bahrun Naim bekerja dengan beberapa cara. Pertama, mereka mengajak orang Indonesia bagi berangkat ke Suriah dan berperang di negara tersebut.

Kedua, kelompok ini juga berupaya buat mengajak masyarakat Indonesia melakukan aksi teror di dalam negeri.

(Baca: Fahri Hamzah Minta Kepolisian Segera Umumkan Sosok Bahrun Naim)

Namun Boy mengakui memang tidak gampang buat mampu melakukan penangkapan terhadap Bahrun dalam waktu dekat.

Menurut Boy, ketika ini Polri masih menunggu waktu yg tepat dan menunggu sinyal positif dari aparat kepolisian di negara terkait.

“Kan kalian tahu keadaan di Suriah dan Irak tak stabil. Dan memang tak gampang berkoordinasi dengan pemerintah yg negaranya seperti itu,” ucap Boy.

Google via www.smh.com.au Bahrun Naim, anggota ISIS yg diduga berada di balik serangan teror dan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Kamis (14/1/2016).

“Tapi kerja sama internasional harus tetap dikerjakan karena jaringan yg disebarluaskan oleh BN bukan cuma jaringan yg ada di sini saja, tentunya ke negara tetangga kita. Itu suatu hal yg harus kalian cermati,” tambah dia.

Pengamat terorisme Harits Abu Ulya mengatakan, seharusnya tidak cuma sel kecil bentukan Bahrun Naim yg disapu bersih oleh aparat.

Pusat kendalinya juga harus dibekuk buat menekan kelompok teroris di Indonesia. “Kalau memang Bahrun Naim biang kerok harus ada solusi terhadap dia, tak cuma perang cyber army. Tidak bisa,” kata Harits, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (22/12/2016).

(Baca: Polisi Sebut Perlu Upaya Khusus Potong Kendali Bahrun Naim)

Harits menganggap utama keberadaan Bahrun di Indonesia buat langsung diadili. Dengan demikian, mampu terungkap segera jaringan mana saja yg dia kendalikan.

“Kalau masih ada BN, tak ada selesainya. Semua disebut peran BN tanpa dapat terkonfirmasi benar atau tidak, hanya berdasarkan pengakuan sepihak orang yg ditangkap. Jadi belum balance,” kata Harits.

Kompas TV Bahrun Naim Dalangi Sejumlah Aksi Teror

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!