Soal Pemecatan PNS, Ahok Ibaratkan Seperti Pertandingan Sepak Bola

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dikenal sebagai pemimpin Jakarta yg tidak jarang memecat PNS. Hal tersebut dikerjakan Ahok bukan tanpa alasan, namun melalui dua pertimbangan.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000“Kami mecat enggak sembarangan mecat. Kami milik angka rapor yg dikenal dengan key indicator performance. Di situ kalian nilai bagaimana performa PNS, yg tak memenuhi tentu mulai dipecat,” kata Ahok dalam acara pertemuan kerja dan pelantikan Bappilu Partai Hanura di Hotel Sunlake Sunter, Jakarta Utara, Minggu (11/12).

Menurut Ahok, ketidakdisiplinan menjadi faktor penting PNS diberi hukuman berupa pemecatan. Jika diibaratkan, para PNS tersebut serupa pemain bola yg tengah melakukan pertandingan. Jika semangatnya menurun, telah pasti mulai diganti pemain baru yg lebih kompeten.

“Aku enggak mau cari musuh (dengan memecat). Tapi kalau kami jadi manajer pemain bola, selalu ada pemain yg mainnya akan turun, kami ganti rnggak? Ada yg bilang enggak enak malu dishot TV, enggak enak tunggu babak kedua atau tunggu pertandingan berikutnya aja. Kalau itu manajer gendeng,” papar Ahok.

Ahok juga menyebut terus tidak sabar mengganti para PNS yg telah banyak mengeruk keuntungan tanpa bekerja. Dia ingin mengganti PNS dengan generasi baru yg kerjanya dianggap lebih baik.

“Saya pengin ganti PNS dengan anak muda yg rajin. Yang telah kaya-kaya ganti saja sudah. Ada yg bilang aku enggak sabar. Tapi aku bukan enggak sabar. Sebenarnya aku telah sabar menanti. Saya tungguin anak muda, aku dorong dan yakinkan mereka bagi menjadi penggantinya,” ujar Ahok.

Selain itu, menurut Ahok, penghasilan para PNS sekarang telah lebih besar dibandingkan dulu. Jika posisi itu tak diisi oleh para pekerja yg pantas, maka penghasilan tersebut tentu mulai sia-sia.

“Sekarang banyak PNS yg bergaji besar dan merasa lebih bersyukur dan merasa bangga. Mereka yg dulunya cuma dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekarang telah dapat memakai uangnya buat keluarga, pergi umrah, dan bawa orangtua naik haji,” tuntas Ahok.Baca juga:
Sekda Saefullah minta PNS DKI semakin fokus pikirkan Jakarta
Sidak perdana Plt Gubernur DKI ditemukan banyak ruangan kosong
Perampingan SKPD dapat hemat anggaran DKI sampai Rp 200 miliar
Benahi sistem perizinan di Jakarta, 22 PNS belajar ke Singapura

Sumber: http://www.merdeka.com

Berikan Komentarmu Disini!!