Sudah Dilobi, Golkar Setuju PDI-P Dapat Jatah Pimpinan DPR

JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Golkar mengaku setuju Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendapatkan jatah sesuatu kursi pimpinan DPR.

Sekretaris Fraksi Golkar Aziz Syamsuddin mengatakan, dia telah diajak bicara oleh tim gugus tugas PDI-P terkait keinginan buat tidak mengurangi jumlah kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat menjadi enam orang.

Golkar tak persoalan dengan wacana itu.

“Secara prinsip, kita tak ada masalah,” kata Aziz ketika dihubungi, Kamis (8/12/2016).

Aziz menilai, PDI-P layak buat mendapat kursi pimpinan karena pemilik kursi terbanyak di DPR, yakni 109 kursi.

Pada Dewan Perwakilan Rakyat periode sebelumnya, lazimnya pemilik suara terbanyak menempati posisi ketua DPR.

“Ini supaya Dewan Perwakilan Rakyat ada kebersamaan,” ucap Aziz.

Menurut Aziz, ketika ini yg harus dibicarakan adalah bagaimana mekanisme penambahan jumlah kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat itu.

(Baca: Lobi bagi Jatah Satu Kursi Pimpinan DPR, PDI-P Bentuk Tim)

Penambahan jumlah kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat tak harus dikerjakan melalui revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan Dewan Perwakilan Daerah (UU MD3).

Cukup konsensus antara 10 fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat buat tidak mengurangi jumlah kursi pimpinan.

“Konsensus ini pernah dikerjakan ketika kalian tidak mengurangi jumlah pimpinan di komisi-komisi. Tidak mengubah MD3,” ujar dia.

Adapun usulan buat tidak mengurangi sesuatu kursi pimpinan buat PDI-P ini muncul setelah proses pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yg diusulkan Golkar dua waktu lalu.

Pergantian dari Ade Komarudin kepada Novanto itu mulus setelah seluruh fraksi, termasuk PDI-P memberikan persetujuan.

Namun, Aziz membantah bahwa persetujuan partainya agar PDI-P mendapat jatah kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat adalah bentuk balas budi.

Fraksi PDI-P sebelumnya membentuk bagi melobi sembilan fraksi yang lain agar partai berlambang banteng tersebut mampu mendapat sesuatu jatah kursi pimpinan DPR.

Tim dipimpin oleh Junimart Girsang. Posisi sekretaris dipercayakan kepada Risa Mariska.

Sementara itu, anggota terdiri dari Arif Wibowo, Trimedya Panjaitan, dan Yulian Gunhar.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Berikan Komentarmu Disini!!