Tersandung Pornografi, Bos Bigo Rayu Menkominfo

Jakarta – Pendiri sekaligus CEO Bigo Live David Li segera menebar rayuan maut kepada Menkominfo Rudiantara agar layanannya yg diblokir –karena tersandung pornografi– kembali diizinkan beroperasi di Indonesia.

Rayuan maut yg disampaikan oleh orang nomor sesuatu pemilik aplikasi live streaming populer itu pada akhirnya membuat menteri yg akrab disapa Chief RA itu mempertimbangkan bagi mencabut pemblokiran.

“Mereka mulai bagi perusahaan di Indonesia dan rekrut orang Indonesia buat manage kontennya. Kita dukung bagi merealisasikannya dan kalian tunggu rencana lebih rincinya,” kata Rudiantara kepada detikINET, Rabu (14/12/2016).

Seperti diketahui, Domain Name System (DNS) punya aplikasi Bigo dalam beberapa minggu terakhir ini tengah diblokir Kominfo. Tercatat, ada 10 DNS yg digunakan buat melayani Bigo, dan semuanya telah dinotifikasi ke para penyedia jasa internet bagi diblokir.

Namun demikian, yg baru diblokir cuma sekadar DNS saja, belum termasuk alamat IP. Sehingga, Bigo teta masih dapat diakses — khususnya lewat aplikasi — meskipun fiturnya dibatasi.

Namun itu saja telah membuat Bigo kelimpungan dan membuat pendirinya tiba segera menemui Menteri Rudiantara di Indonesia bagi memohon pembukaan blokir.

“Saat ini mereka (Bigo) juga sedang take down (menurunkan) konten-konten nudity yg sebelumnya mampu diakses dari Indonesia. Jika rencana di atas berjalan dan rencana atau metoda penapisan Bigo telah dianggap memadai, maka Bigo mampu kami normalisasi,” pungkas menteri.

Bigo Live sendiri ketika ini ada di Android dan iOS. Aplikasi punya Bigo Ltd yang berasal Singapura ini memungkinkan penggunanya buat dapat melakukan siaran segera atau live streaming dari perangkat smartphone mereka layaknya presenter siaran TV.

Kabarnya, maraknya konten pornografi di Bigo Live tidak mampu dilepaskan dari konsep mengumpulkan gift dari pengunjung ke channel broadcast pemilik akun yg dapat ditukarkan menjadi uang tunai. Misalnya, minimal penarikan 6.700 diamond mulai setara dengan Rp 2 juta. (rou/rou)

Sumber: http://inet.detik.com

Berikan Komentarmu Disini!!