Waspadai Penjahat Siber Bergentayangan Selama Harbolnas

Penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di tahun 2016 diprediksi menghasilkan transaksi hingga Rp 6,3 triliun, dengan asumsi transaksi Harbolnas yg memasuki tahun kelima ini mencapai 2-3 kali dari transaksi tahun lalu. Dengan jumlah transaksi pembayaran online yg sangat besar ini, tentunya para penjahat cyber tak tinggal diam. Mereka menganggap saat-saat seperti ini sebagai kesempatan emas bagi melakukan aksi penipuan online (online scams).”Situs e-commerce yaitu salah sesuatu sasaran empuk serangan penjahat cyber. Namun, celah keamanan yg terbesar pada transaksi online itu terletak dari sisi pengguna, bukan dari perusahaan e-commerce. Tidak segala pengguna situs e-commerce itu aware terhadap segi keamanan. Banyak dari mereka yg mungkin tak sadar ada bahaya yg mengancam seandainya tak mempedulikan sisi ini.” ujar Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/12).Untuk itulah, menurut Dony, ada dua hal yg harus diperhatikan saat bertransaksi secara online. Berikut hal-hal yg harus diwaspadai:Waspadai Perusahaan E-Commerce PalsuBanyak perusahaan e-commerce palsu yg menamakan dirinya serupa dengan perusahaan e-commerce resmi sehingga bisa dengan mudahnya mengelabui Anda. Apabila tak waspada dan telah terlanjur melampirkan data pribadi beserta keterangan utama kartu kredit, maka mereka mulai dengan mudahnya merampok tanpa Anda sadari. Oleh karena itu disarankan buat terus memperhatikan alamat URL saat anda mulai melakukan transaksi online, karena masalah penipuan melalui dunia maya semacam ini cukup sulit buat dipertanggungjawabkan.Jangan Mudah Tertipu Oleh Pesan Pengiriman PalsuApabila Anda sudah selesai melakukan pemesanan maka tak ada hal yang lain yg bisa anda lakukan selain menunggu pesanan tersebut datang didepan rumah seperti yg dikerjakan oleh kebanyakan orang di dunia ini. Selama waktu penantian tersebut mulai ada kemungkinan bahwa Anda menerima sebuah pesan atau e-mail yg berjudul “Informasi Mengenai Barang Pesanan Anda” atau “Konfirmasi Pemesanan Barang (Nama Perusahaan E-Commerce)”, yg tampak seperti pernyataan resmi dari perusahaan E-Commerce terkait sehingga membuat Anda yakin bahwa pesan tersebut utama dan tak segan-segan mengunduh setiap file yg terlampir dalam pesan tersebut.Namun, hal tersebut patut diwaspadai karena dapat jadi ini yaitu skenario sederhana yg digunakan oleh para penipu bagi mencuri data-data pribadi Anda. Terutama seandainya di dalam pesan atau e-mail pemberitahuan terdapat sebuah tautan yg Anda sendiri tak tahu pasti keterangan apa yg terkandung didalamnya, jangan terlena bagi meng-klik tautan tersebut, karena tautan tersebut dapat saja berisi malware, ransomware, atau bahkan virus Trojan perbankan yg bisa mencuri data data dan keterangan pribadi nda.Kenali Kontak Penting AndaAnda kemungkinan mulai berbelanja banyak barang dengan memakai kartu kredit selama tiga hari tersebut. Transaksi memakai kartu kredi bisa menjadi celah untuk para pelaku kejahatan di dunia cyber. Pasalnya, Anda mulai menerima pesan dan bank penerbit kartu kredit yg menyatakan bahwa terdapat banyak aktivitas transaksi mencurigakan dalam kartu kredit dan Anda mulai diarahkan ke sebuah nomor ekstensi tertentu buat memberikan konfirmasi bahwa aktivitas mencurigakan dalam kartu kredit memang benar-benar dikerjakan oleh Anda selaku pemilik tunggal dari kartu kredit.Trik Penipuan LainnyaMungkin Anda pernah mendengar Phising, merupakan sebuah modus penipuan buat memperoleh keterangan utama seperti kata sandi dengan menyamar sebagai orang atau bisnis terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi. Hal ini dimanfaatkan oleh dua situs palsu yg mulai menawarkan Anda kesempatan bagi memenangkan voucher belanja gratis sebagai ganti keterangan mengenai Anda.“Cari Aman”Dalam hal ini, konsumen diminta buat memiliki tingkat kewaspadaan yg tinggi saat suasana berbelanja berada pada tingkat sedang “seru-serunya”, dan dua konsumen mulai merasa tak leluasa seandainya harus bersikap serius dan waspada ditengah-tengah suasana berbelanja yg sangat menyenangkan. Namun, mulai jauh lebih menyebalkan lagi buat Anda apabila mengabaikan hal tersebut karena mampu dipastikan mulai sangat merugikan Anda secara finansial.”Momentum seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh banyak orang bagi berbelanja keperluan liburan maupun perlengkapan rumah tangga lainnya guna menyambut tahun yg baru. E-mail pun dibanjiri dengan promosi, iklan dan penawaran yg bervariasi dengan tujuan menarik minat para pengguna internet buat berbelanja secara online. Namun, Anda tentunya perlu bersikap hati hati karena para penjahat siber tak tinggal diam. Jadilah konsumen yg cerdas sehingga pengalaman berbelanja online menjadi nyaman, aman dan juga menyenangkan,” pungkas Dony.
Sumber: http://www.merdeka.com

Berikan Komentarmu Disini!!